(Thursday, May 29, 2008)


Banda Aceh-Agama Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh, seakan tidak pernah selesai dalam masalah yang muncul, aksi protespun tidak bisa di bendung lagi, munculnya Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (Forbemaf) sebagai motor penggerak mengantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEMA) yang di anggap mandul untuk penyelesaian masalah mahasiswa.

Tak lama kemudian Forum Dosen dan Karyawan (FDK) pun lahir dan mereka mengangkat bicara tentang persoalan yang timbul di IAIN Ar-Raniry saat ini.

Seperti diakui oleh ketua FDK Drs. H. Ramly Yusuf, MA, kelambanan proses pembangunan di IAIN Ar-Raniry membuka hati mereka untuk turut prihatin terhadap perkembangan kampus hari.

“lihat sendiri apa yang telah dibangun oleh pemimpin hari, sudah dua tahun kepemimpinan belum membawa perubahan untuk kemajuan IAIN ini, tuturnya.

Presiden forbemaf, dedy saputra, mengatakan, forum ini lahir bukan masa kepemimpinan rektor Prof Drs. Yusny Saby, tapi lahir jauh sebelum pak Yusny Saby menjabat Rektor, kami hanya sebagai penerus untuk mengontrol kinerja pimpinan, kami bukanlah untuk menunding Bema sebagai organisasi besar kemahasiswaan di IAIN, tapi kami hadir semata-mata untuk menyelesaikan permasalahan yang muncul di IAIN selama ini.

Menurutnya, pasca pemilihan rektor tahun 2005 lalu, sampai hari ini kampus sepertinya tidak ada perubahan, padahal kampus ini cukup parah imbas dari bencana tsunami tahun 2004 lalu.

Semulanya, semua insan kampus menanamkan setumpuk harapan kepada rektor baru agar IAIN yang begitu hancur akibat gempa dan tsunami dapat bangkit untuk memajukan pendidikan yang lebih baik, namun kenyataannya berbalik dari apa yang di harapkan, tuturnya.

Sekarang usia kepemimpin telah berjalan 2 tahun lebih, belum ada perubahan seperti yang diharapkan, masih baik sebelum datang tsunami dari sekarang ini, sehingga forbemaf secara sadar ikut prihatin terhadap kinerja pemimpin hari ini, imbulnya.

Kami menuntut rektor, menempati janji-janjinya di masa kampaye dan pertemuan dengan mahasiswa tanggal 3 september lalu, sehingga kami melakukan blokir jalan ini, menagih janji rektor, tambahnya.

***

Menanggapi fenomena yang muncul di IAIN selama ini, Rektor Prof Drs. Yusny Saby Ph.D mengatakan, telah banyak yang kami lakukan untuk kemajuan kampus ini, hanya saja ada segelincir orang yang merasa belum puas terhadap apa yang kami peroleh.

Tahun 2007 ini, untuk mahasiswa kami telah menyalurkan beasiswa mencapai angka 4000 orang, ini jumlah yang sangat besar dalam hemat kami, belum terjadi sebelumnya, apakah ini bukan suatu perubahan yang kami lakukan, tandasnya.

Untuk program pembangunan fisik, kita telah mengikat kerjasama dengan International development bank (IDB) yang akan berkerja mulai awal tahun 2008 ini, kita lihat saja nanti apa yang akan terjadi di IAIN, suatu perubahan yang semula orang tidak mengira sebelumnya, tambahnya.

Sebelumnya, kata rektor, pihaknya juga telah mengirim tenaga leader ke McGill Canada, untuk pemantapan di bidang administrasi dan kepemimpinan dilingkungan IAIN, ini semua menyambut kesiapan kita dalam pembangunan fisik yang akan di mulai pada tahun 2008 ini.

Namun, semua yang telah kami perbuat untuk kemajuan di IAIN seakan belum tersentuh hati mereka untuk membantu di mana kekurangan yang kami peroleh, mari kita bangun IAIN ini sesuai dengan misinya, karena IAIN ini bukanlah milik saya sendiri, tandasnya.

Semoga ditahun 2008 ini, dengan semangat yang tinggi, harapan dan kenyataan bisa terwujud sesuai dengan janji yang telah tertera di atas kertas putih bermaterai 6000.

Semua berharap agar permasalahan yang muncul, seperti tuntutan mahasiswa, aksi FDK, masalah alumni, masalah honorer bisa terselesaikan dengan bijak, tanpa saling menunding dan menyalahkan, musyawarah adalah ujung terakhir untuk menyelesaikan masalah.

Inilah sebuah cacatan kecil permasalahan yang timbul di IAIN hari ini, semoga IAIN akan lebih baik dimasa yang akan datang. [] Malik Ridwan

berita ini di publikasi di Harian Aceh

Posted in 0 komentar Diposkan oleh kulatbulat di Thursday, May 29, 2008  

Banda Aceh-Terlihat menjelang senja, senin 31/12 suasana kota banda aceh begitu tegang, hanya terlihat personil wilayatul hisbah (WH) bersama aparat kepolisian berjaga-jaga untuk mengamanan kondisi kota banda aceh dalam keadaan aman, tertib saat menjelang malam tahun baru tiba.

Sebelumnya, dinas syariat islam kota banda aceh bersama aparatur pemerintah kota banda aceh genjar melakukan razia busana terhadap kaum muda-mudi yang melintasi sejumlah sudut jalan di dalam kota banda aceh.

Seperti di akui Winzaini Usman, Humas Dinas syariat Islam Kota Banda Aceh, akhir-akhir ini banyak warga kota yang melanggar syariat, terutam kaum muda-mudi dalam berpakaian, mereka hampir setiap hari mondar mandir dijalankan raya berpakaian ketat, yang tidak mencerminkan daerah ini sebagai daerah yang berbasis syariat islam.

Malam menjelang tahun baru, seluruh personil WH kota banda aceh bersama aparat kepolisian dikerahkan untuk mengamankan warga kota berbuat yang tidak sesuai dengan seruan bersama, misalnya balap-balapan, terompet, mercon, serta arak-arakan yang dapat menganggu ketenangan orang.

Namun, sekian banyak warga kota senantiasa menunggu dengan setia pengantian tahun baru, di sepanjang sudut jalan, mulai dari jalan T. Nyak Arif hingga jalan T Daud di beureeh misalnya, banyak pemuda-pemudi secara berpasangan mengekor kereta dan ada pula yang nongkrong dipinggiran totoar sambil menunggu polisi syariat pulang untuk istirahat.

Sejumlah terompet terlihat bergantungan di atas mobil polisi syariah, dari hasil sitaan operasi yang dilakukan secara bersama, namun tidak satu penjualnya yang di tangkap oleh polisi syariat, dan ada juga warga yang ketangkapan melakukan khalwat yang jelas melanggarkan syariat.

Hore…hore..teriak warga ketika petugas informasi menyampaikan pesan agar tidak baik merayakan tahun baru, karena ini bukan budaya islam, namun seruan itu tidak mempengaruhi ribuan orang menanti pegantian tahun baru, di bundaran simpang lima

Arah jarum jam menunju pukul, 01.30, saat petugas Wilayatul Hisbah (WH) bubar, masyarakat dengan yang menanti pengantian tahun, kebanyakan dari mereka terlihat kaum muda-mudi secara berpasangan dengan spontan berteriak, merdeka……merdeka…

Pestapun dimulai, dengan letusan mercon sepanjang jalan, kembang apipun terliaht jelas dilangit biru dan suara riuh terompet mulai berbunyi dari semula senyap sunyi tak berkutek sedikitpun, mereka sambil berjanji bersama-sama melepaskan rasa gembira yang tadinya terlihat tegang dan mencekam.

Santi warga Darussalam, mengakui, tadinya kami sangat takut dan tegang untuk merayakan tahun baru ini, karena dalam beberapa hari ini pihak Wilayatul Hisbah sangat genjar melakukan razia, apalagi menjelang tahun baru tiba.

Namun, setelah petugas polisi syariat bubar, rasa takut tadi sudah hilang, dan saya sangat bergembira bisa merayakan tahun baru ini, walau dalam ancaman, ketertarikan saya untuk menyaksikan tahun baru ini, karena kawan-kawan cost semua pada pergi dengan pasangan mereka, kebetulan saya pergi dengan adik saya, ujarnya.

Pesta berakhir hingga pukul, 04.00 pagi, 1/1 warga yang tadi terlihat sangat rame, satu persatu membubarkan diri untuk istirahat di rumah masing-masing, dan terlihat dipagi harinya hanya kumuh-kumuh sampah bekasan mercon, kembang api, terompet bertaburan di sepanjang jalan dimana masyarakat berkumpul untuk menyaksikan pegantian tahun baru tiba.

Kini, tahun 2007 telah pergi, banyak kisah yang terukir dalam diri manusia, ada yang gagal ada pula yang sukses, ada yang kaya ada pula makin melarat, semua hanya perjalanan hidup manusia.

Tahun 2008, sudah didepan mata, perayu sedang menunggu kemanakah arah tujuan berlabuh ini, semoga kita lebih berhasil di tahun ini.

Inilah dilema masyarakat menyambut tahun baru di Banda Aceh

Wallahu bil sawab alaihi rajiun wal maa ab[]. Malik Ridwan

di publikasi di Harian Aceh

Posted in 0 komentar Diposkan oleh kulatbulat di Thursday, May 29, 2008  

Banda Aceh-Polisi sektor Syiah Kuala kembali sikat dua pelaku pencurian sepeda motor yang beroperasi di kawasan kampus Darussalam, Banda Aceh 22/1.

Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Syiah Kuala, Aipda Abdul Muthalib, mengatakan, informasi ini di peroleh dari laporan langsung korban saudara Ilham zulfahmi, dimana ketika selesai mengikuti ujian final semester, melihat sepeda motornya sudah di bobol maling, yang di parkir di kawasan Fakultas MIPA Unyiah dengan pengamanan ekstra ketat, ia langsung melaporkan kepada polsek, ujarnya.

Atas dasar informasi tersebut, kami dari pihak polisi langsung merespon dengan menurunkan tim ke tempat kejadian perkara, sampai di TKP kami hanya menemukan palu yang di gunakan untuk melepaskan pengaman yang di kunci rapat oleh pemiliknya, termasuk salah satu gembok yang rusak akibat di hantam dengan palu tersebut, tambahnya

Namun, demikian kami terus memburu pelaku yang telah kabur dari TKP bersama barang buktinya, setiba di gedung pasca sarjana unsyiah pelaku ke habisan bensin motor curiannya, karena bersikap aneh beberapa mahasiswa yang melintasi di kawasan tersebut langsung memberikan informasi kepada pihak kepolisian, tandasnya

Kami tidak tinggal diam langsung memburu pelaku di depan pasca sarjana Unsyiah sehingga kami berhasil meringkus tersangka CH (25) bersama dengan barang bukti sepeda motor Suzuki Merk satria MZ dengan no Polisi Bl 5237 ZI, sedangkan temannya melarikan diri, tandasnya.

Muthalib melanjutkan, dari hasil pengembangan lanjutan pada tersangka pertama, pihak Polsek bersama dengan Reskrim Unit Curamor Poltabes Kota Banda Aceh, melacak keberadaan tersangka MH (28) yang merupakan teman CH dalam melakukan aksinya di kampus Unsyiah tersebut.

Terbongkarnya kasus ini berkat kerja keras anggota satuan Polsek syiah kuala bersama Unit Reskrim Curamor Poltabes berkerjasama dengan Pos Polisi saree, berhasil meringkus MH dalam mobil L 300 kebetulan tersangka dalam perjalanan pulang ke takengon dalam suatu razia mobil yang di curigakan oleh pihak kepolisian setelah mengecak lebih dahulu di terminal simpang Surabaya. ujarnya

Kedua pemuda yang berintisial CH (25) dan HM (28) diringkus secara terpisah satu di kawasan kampus unsyiah, satu lagi di saree keduanya merupakan warga takengon, dalam pengakuan tersangka mereka melakukan aksi ini sudah terencana sejak awal, ini memang sudah ada niat dari awal untuk melakukan kejahatan pencurian sepada motor, katanya

Kasus ini masih dalam pengembangan polsek syiah kuala, mungkin saja ada teman-teman mereka yang masih beredar di luar, karena selama ini pencurian sepeda motor dilakukan secara berantai, tambahnya

Kapolsek, berharap kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak segan-segan melaporkan bila ada melihat pencurian sepeda motor dikawasan kampus, atau orang-orang yang mencurigakan karena akhir-akhir ini aksi pencurian sepeda motor makin meningkat, terutama di kampus darusssalam,

Terima kasih banyak atas informasi selama ini yang di berikan oleh mahasiswa, ini sudah terbantu kerja pihak kepolisian yang selama ini mengamankan wilayah Darussalam dari berbagai bentuk kejahatan terjadi, tandasnya.

dipublikasi di Harian Aceh

Posted in 0 komentar Diposkan oleh kulatbulat di Thursday, May 29, 2008  

Banda Aceh-Terkait dengan isu ditemunya fakta baru oleh koalisi barisan guru bersatu (KOBAR GB) tentang penyimpangan proyek pelatihan guru oleh yayasan tarbiyah, menuai protes keras dari pengurus yayasan, pasalnya berita itu fitnah, kata Drs. Cut Aswar MA, ketua Yayasan Tarbiyah, jumat 25/1 kepada Koran ini.

Menurut cut aswar, apa yang telah di laporkan oleh KOBAR GB dengan mendatangkan tutor nasional sebanyak 96 orang, tetapi hanya realisasi lapangan hanya 60 orang, itu tidak mendasar, terlalu mengada-gada.

“yang benar tutor nasional itu berjumlah 40 orang seperti yang telah disepakati pada kontrak antara BRR dan yayasan tarbiyah sebelum proyek ini dikerjakan, kami sangat kecewa penyataan tersebut” papar Ketua yayasan tersebut.

Cut Aswar menambahkan, jika KOBAR GB ingin memperoleh data valid datanglah ke tempat kami agar bisa kami berikan, tidak langsung memvonis sedemikian rupa yang dapat menjurus pada fitnah yang dapat memperburuk citra lembaga.

‘Sungguh sangat menyesal sikap yang dilaporkan oleh KOBAR GB kepada media tentang penemuan bukti baru tersebut, tanpa melakukan pengecekan kepada kami terdahulu, saya rasa ini laporan yang di besar-besarkan sepihak,’ tambah cut aswar.

Sementara itu, terkait pemanggilan Farid Wajdi yang menolak hadir untuk pemeriksaan di kejaksaan perlu diklarifikasikan, karena farid wajdi yang juga panitia pengarah pada proyek pelatihan guru ini, tidak ada niat untuk menghindari dari pemeriksaan tersebut, urai cut aswar.

Beliau sangat komitmen untuk menempuh jalur hukum yang sedang berlangsung, agar tidak terjadi fitnah dikemudian hari, tidak seperti yang dilaporkan KOBAR GB, paparnya.

Sebelum berangkat ke Jakarta beliau juga ada minta izin, dan sepulang dari sana beliau juga telah melaporkan dan menghadap pihak kejaksaaan untuk mengimpormasikan bahwa beliau sudah berada di banda aceh, ujarnya.

Sejauh ini yayasan terbiyah IAIN Ar-Raniry berupaya menahan diri untuk menanggapi berita-berita yang dapat menyudutkan kredibilitas kami khususnya yang dilontarkan oleh Kobar GB, karena kami menghormati sepenuhnya proses hukum yang sedang berlangsung, lanjutnya.

Cut Aswar, melanjutkan semestinya semua pihak harus memahami adanya asas praduga tak bersalah yang harus di hormati dalam pelaksanaan proses hukum, upaya-upaya negatif yang terkait dengan penyebaran fitnah dan sebagainya mesti di hindari dan di jauh bersama.

Jikapun nanti benar adanya penyelewengan yang kami lakukan, kami siap untuk menghadapi tuntutan sesuai dengan hukum yang berlaku di negeri ini, kita hargai semua yang ikut memonitoring kerja kami, agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan, imbuhnya.

Kita kembalikan saja kepada pihak yang berwenang dalam hukum, mudah-mudahan tidak menjadi fitnah belaka, hargailah hukum di negeri ini, agar kita tidak menjadi hakim sendiri, siapa yang salah pasti akan jera, tandasnya.

Dipublikasi di situs kabar Indonesia.com

Posted in 0 komentar Diposkan oleh kulatbulat di Thursday, May 29, 2008  

Banda Aceh-Pembongkaran barak di long raya kecamatan Bandar raya di lakukan secara baik-baik, bukan secara paksa seperti yang dilansirkan oleh media hari ini (kemaren-red) kata camat bandar raya iskandar kepada Koran ini, jumat 25/1

Menurut, Iskandar, sebelum mereka yang dipindahkan ke barak bakoy terlebih dahulu mengikuti musyawarah bersama di kantor camat, agar tidak terjadi keributan di kemudian hari, kita ingin proses pemindahan barak ini berjalan sesuai dengan prosuduran yang telah kita sepati bersama, katanya.

Camat Bandar raya, mengakui mereka seharusnya sudah pindah akhir desember tahun 2007 lalu, namun masih terbendung dengan persiapan barak yang di sediakan di bakoy menjadi kendala sehingga terpaksa kita pindahkan pada bulan januari ini, paparnya.

“mereka yang dipindahakan ke barak bakoy berjumlah 48 kk, namun di barak bakoy hanya tersedia 25 kk, yang sisanya kita tempatkan di barak disamping barak bakoy, kesemuanya mereka sudah mendapat jatah rumah bantuan dari pemerintah yang insya Allah bulan depan mereka sudah bisa pindah kerumah masing-masing” ujar iskandar.

Iskandar menambahkan, pemerintah daerah kota banda aceh, sudah memiliki komitmen untuk mengakhiri penghuni barak terutama yang berdomisili di kecamatan Bandar raya, kita telah berusaha untuk memperoleh hak mereka, dalam hal ini rumah bagi korban tsunami, walaupun mereka bukanlah pemilik rumah dulunya.


Kita terus berusaha agar mereka mendapat rumah secepatnya, mereka juga butuh perhatian, mudah-mudahan pemindahan mereka dari barak ke rumah bantuan segera terwujud dalam waktu dekat ini, tandasnya

Berita Ini pernah dipublikasi di Harian Aceh

Posted in 0 komentar Diposkan oleh kulatbulat di Thursday, May 29, 2008  

Banda Aceh-Rektor IAIN di minta bersikap bijak dan arif dalam menyelesaikan permasalahan yang muncul selama ini di IAIN, hal itu dikatakan Imam Juwaini, Alumni IAIN melihat kondisi kampus sangat memperhatikan, rabu 2/1

Menurutnya, aksi yang dilakukan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (Forbemaf) itu murni aspirasi mahasiswa, tidak bernuasa politis atau dipolotisi.

Imam, menambahkan, sepatutnya pihak rektorat berterima kasih kepada mereka karena masih peduli terhadap kemajuan kampus, karena menurut mereka apa yang mereka lihat belum bisa diterima dengan akal sehat, dan sangat lambat

Lebih dari itu, kata dia, pihak rektorat jangan menganggap sepele dan dendam politik, karena mahasiswa yang membuat aksi tersebut tidak berpihak kemana-mana, karena mereka sadar dengan kondisi kampus hari ini.


Dalam kacamata kami terlihat diluar IAIN ini sudah terblok-blok, berkubu-kubu tidak seperti dulu lagi, suasana kampus sudah mulai tidak tenang dalam proses belajar, kami sangat prihatin dengan kondisi ini terus berlarut, ujarnya

“seharus pihak rektorat intropeksikan diri dengan baik, jangan mengedapankan emosional dalam menyelesaikan permasalahan yang terjadi selama ini, karena jabatan itu adalah amanah yang harus di emban dengan hati-hti dan bijaksana, bukan di nikmati sesukanya” harap imam

Kami meminta rektor agar lebih bijaksana menyahuti permasahan yang muncul di kampus ini, alangkah baiknya rektor menyelesaikan masalah internal sesama pembantunya, karena akar permasalahan ini muncul kelambanan pembantunya dalam proses perbaikan kampus ini lebih baik. Ujarnya.

Semua ada jalan keluar kalau kita mau jujur pada diri sendiri, musyawarah dengan menitik fokus apa yang dituntut oleh mahasiswa saya rasa jalan yang terbaik, tidak berbelit-belit seperti kemarennya.tandasnya

Posted in 0 komentar Diposkan oleh kulatbulat di Thursday, May 29, 2008  

Banda Aceh-Wakil gubernur Aceh Muhammmad Nazar S.Ag, meminta kepada pihak rektorat IAIN agar setiap tahun melaporkan kepada pemerintahan Aceh kebutuhan-kebutuhan yang diperlukan oleh IAIN dalam pengembangan ilmu pengetahuan, hal itu di katakan Nazar dalam acara pembukaan dan temu ramah korps Alumni IAIN Ar-raniry, kamis 3/1

Nazar, menambahkan, pemerintah Aceh sangat serius membidangi persoalan pendidikan di Aceh saat ini, karena semasa konflik telah membuat pendidikan Aceh hancur terutama pendidikan Agama, maka ini kesempatan besar bagi kita untuk membangun negeri ini dengan baik terutama dibidang pendidikan.

Menurutnya, pemerintah Aceh bukan hanya memprogramkan bidang keguruan saja, dalam peningkatan sumber daya manusia yang lebih mantap dimasa yang akan datang, akan tetapi kita upayakan seluruh jurusan yang dibuka akan diberikan peluang yang besar untuk menyukseskan pembangunan manusia seutuhnya.

“yang penting berusaha untuk saling memberi informasi kebutuhan dilapangan, bukan hanya dijurusan keguruan saja, akan tetapi semua jurusan kita akan tampung”katanya.

Diakuinya, di Aceh saat ini 50 persen guru mengajar tidak normal, untuk itu pemerintah Aceh bersama IAIN dan Unsyiah akan memperbaiki kembali kemunduran bidang pendidikan yang kita alami.

Untuk itu, kedepan saya minta kepada IAIN setiap tahun untuk menkomunikasikan jurusan-jurusan yang di buat di IAIN, kalau bukan jurusan baru tentunya harus melihat dan memperoritaskannya, sehingga nantinya pembangunan yang berbasis iman dan taqwa bisa terpenuhi.

Ini sangat memungkinkan kalau IAIN memulai dengan segera, apalagi IAIN banyak memiliki guru besar yang mampu membantu menciptakan pembangunan yang berbasis iman taqwa sesuai dengan daerah kita yang bersyariat islam.

“IAIN harus mampu merubah strata nilai bagi mahasiswa untuk kemajuan pendidikan, dan mentranspormasikan ini kepada masyarakat luas dalam kehidupan sehari-hari, agar masyarakat kita semakin dewasa menerima perubahan ilmu, kalau ini tidak kita lakukan maka kedepan masyarakat Aceh akan lebih bodoh lagi dari sebelumnya” katanya

Kita sepakat pendidikan aceh kedepan yang lebih islami, untuk itu peran mahasiswa, dosen dan kampus lebih maju, karena aceh hari ini membutuhkan perubahan yang fundamental yang sudah menjadi misi dan visi gubernur Aceh dalam pemerintahan kami, ujarnya.

Menurut Nazar, kondisi ini menyembabkan daerah kita tertinggal karena konflik yang berkepanjangan serta tsunami menghantam daerah kita, sehingga aceh semakin parah kehidupanya, terutama di segi pendidikan.

Untuk mengatasi krisis pendidikan pemerintahan aceh, tahun depan akan menyediakan beasiswa sebesar 200 milyar untuk berbagai program jenjang pendidikan, sebagai komitmen kami dalam membangun kembali aceh yang telah hancur ini, tambahnya

Saya sangat mengharapkan bantuan dari IAIN sendiri, untuk terus berdampingi dengan kami dalam membangun Aceh ini, terutama bagi alumni yang mampu berbahasa asing untuk bisa ambil bagian melanjutkan pendidikan di jenjang yang lebih tinggi.

Diakuinya, tahun 2007 ini cukup banyak sisa dana akibat kekurangan orang yang mampu menguasai bahasa asing, untuk kedepan mari kita cari solusinya agar lulusan IAIN bisa melanjutkan pendidikan lagi.

Saya punya keyakinan kalau pendidikan kita baik maka dalam jangka waktu 5 atu sepuluh tahun mendatang aceh ini seperti Negara tetangga kita yaitu Malaysia, apalagi saat ini cukup banyak alumni IAIN bertaburan diluar negeri. Ujarnya.

Untuk Tahun mendatang baiknya IAIN saling berkomunikasi dan koordinasi dengan pemerintahan Aceh agar permasalahan yang timbul bisa kita selesaikan secara bersama, saya juga alumni IAIN sudah berkewajiban saya untuk membantu IAIN dengan sepenuhnya. Tandasnya[]

Posted in 0 komentar Diposkan oleh kulatbulat di Thursday, May 29, 2008