
Walikota sabang Munawarliza zainal yang hadir pada pertemuan IMT-GT ini, mengatakan, sampai saat ini kita sudah berusaha untuk menghidupkan pelabuhan sabang segera mungkin, dimana ada kendala kita kan trobos bersma dan membahas dalam pertemuan ini.
Namun kata munawarliza, yang menjadi kendala pada pelabuhan sabang yaitu regulasi dari pemerintah pusat, kita akan memperjuangankan hal ini, agar pemerintah pusat tidak menghambat proses pelabuhan sabang.
“yang sangat kesal kata munawarliza, izin visa bagi turis asing yang berkunjung ke sabang tidak di berikan oleh pemerintah pusat, padahal katanya turis asing ini dapat menambahkan pendapat anggaran daerah (PAD) sabang, di bali kenapa bisa kenapa aceh tidak dapat katanya dengan nada kesal.
Untuk itu kami minta pengertian dari pemerintah pusat agar kembali berujuk pada kesepakatan bersama di Helsinki tahun 2005 lalu, banyak teman-temana saya dari negara malaysia dan thailand yang mau berkunjung ke sabang untuk melakukan investasi, namun izinnya tidak dikeluarkan oleh pemerintah pusat, imbuh munawarliza.
“maka kita harap pertemuan IMT-GT ini bisa memberi solusi bagi pelabuhan bebas sabang, agar masayarakat sabang tidak lagi bertanya-tanya kenapa pemerintahnya sangat lambat menghidupkan pelabuhan yang sudah lama di nantikan oleh masyarakat internasioanal,” cetus munawarliza.
Kita juga menyampaikan ras optimis pelabuhan ini akan beroperasi segera, sebab terkendala masalah izin tempat dan regulasi dari pemerintah pusat, namun katanya kita tidak tinggal diam, kiata akan terus berusaha untuk kemajuan sabang dan aceh, melalui jalur perdagangan laut, mudah-mudahan pelabuhan ini akan beroperasi dengan segera, tanda walikota sabang.
Posted in
Diposkan oleh
kulatbulat
di
Friday, July 11, 2008
Sementara itu Direktur Nasional IMT-GT Arsyadjuliandi Rachman, mengatakan, untuk Aceh kita awali dengan membuka jalur penerbangan yang meliputi tiga negara yaitu Indonesia- Malayasia dan Thailand
“sebagai contoh Penerbangan Airasia antara kuala lumpur dengan aceh merupakan wujud dari kesepatakan bersama dalam IMT-GT sebelumnya, hanya saja kita belum memaksimalkan penerbangan ke daerah thailand, padahal antara aceh dan thailand sanagt dekat, kata ketua umum kadin Riau ini.
Yang menjadi masalah sekarang, kita tidak pernah mencatat atau tidak terekord dengan pemerintah daerah dalam perdagangan, maka dengan adanya pertemuan IMT-GT ini kita akan mengupayakan adanya kesepatakan dengan pemerintah daerah masing-masing di Aceh.
Banyak perusahaan penerbangan yang ada d kuala lumpur mengajak kerjasama dengan Aceh, namun pemerintah belum berani menyambut dengan leluasa, untuk itu kita bantu lewat pertemuan IMT-GT ini, dan saya rasa peserta sudah tahu bagaiamana kondisi Aceh dan mereka mau membantu secara bersama-sama, ujar Arsyadjuliandi.
Direktur Nasional IMT-GT juga mengakui, masalah regulasi yang mengahambat segala progaram kebangkitan ekonomi masyarakat, teruatama pemerintah daerah, maka kita akan berusaha setelah pertemuan ini nantinya, masalah regulasi bisa diselesaikan dengan pemerintah pusat.
“kita akan membahas persoalan regulasi ini pada peserta nantinya, mudah-mudahan ada solusinya, karena kita tidak ingin setelah pertemuan ini tidak ada hasilnya, seperti yang disampaikan gubernur Aceh tadinya, tegas Arsyad.
Selain penerbangan, kita juga menjalin kerjasama lewat jalur laut, dimana kita memilih aceh untuk mengadakan IMT-GT ini justru pertimbangannya, karena aceh selain bisa lewat jalur udara juga bisa ambil jalur laut, disini daerah yang sangat potensial yaitu sabang.
Maka untuk usaha pelabuhan sabang, akan kita usahakan regulasi pada pemerintah pusat, sebab katanya, peserta IMT-GT ini menginginkan pelabuhan sabang, segera berfungsi dan mereka akan siap melakukan investasi di bidang impr dan ekspor jalur laut. Kata direktur nasional IMT-GT ini.
“saya tidak menafikan, kondisi aceh saat ini cukup kondusif, disamping letak daratan aceh cukup stategis dan mudah di jangkau oleh seluruh negara yang ada di asia terutama malaysia-thailand dan singapore, dari itulah ketiga negara ini mau menghadiri pertemuan yang dilaksanakan oleh Kadin aceh” sebut Arsyad.
Posted in
Diposkan oleh
kulatbulat
di
Friday, July 11, 2008
Banda Aceh-Ekonomi aceh akan bangkit, jika seluruh pengusaha lokal mau melakukan kerja keras untuk bangkit bersama membangun aceh, tanpa dukungan dan kerjasama yang matang tidak akan terwujud ekonomi aceh yang dapat diperhitungankan di mata internasional
Demikian disampaikan Aceh Gubernur Irwandi yusuf pada saat membuka acara Indonesia Thai Malaysia-GT kamis. 10/7 di banda aceh.
Irwandi menilai, program yang IMT-GT yang digagas oleh Kamar dagang dan industri aceh ini, suatu kemajuan yang luar biasa. Dalam keadaan yang kondusif seperti ini peran semua elemen ini dapat membangkitkan kembali ekonomi aceh sangat di butuhkan.
Namun, kata irwandi, saya sudah bosan mendengar hanya sebatas program saja, akan tetapi pelaksanaan dilapangan masih tumpang tindih, jadi saya harap program IMT-GT ini langkah yang tepat untuk memajukan daerah aceh pascakonflik yang berkepanjangan.
“saya mengajak seluruh elemen masyarakat aceh terutama para pengusaha untuk bersama-sama membangun komunikasi dengan seluruh jaringan yang ada, baik di dalam maupun diluar negeri, melakukakan kampanye bersama bahwa aceh sudah aman dan sangat mudah untuk melaksanakan kegiatan ekonomi, seperti terjadi pada hari ini,” ujar Irwandi
Irwandi menambahkan, program ini trobosan yang harus kita hargai bersama, sebab usaha yang gigih dilakukan oleh KADIN aceh merupakan sudah ada hasil nyata, katanya “KADIN sudah mulai membangkitkan semangat tumbuhnya ekonomi Aceh, yang lain harap gubernur Aceh mengikuti jejak Kadin yang berusahan dengan sendirian hanya saja kita menyetujui untuk kemajuan ekonomi Aceh.
Gubernur Irwandi, mengakui dia kagum apa yang dilakukan oleh Kadin Aceh yang begitu peduli dengan ekonomi Aceh. Dan mampu menghadirkan tiga negara yang ikut berpartisipasi untuk kemajuan daerah Aceh.
Irwandi, mengingatkan kepada para pengusaha lokal untuk lebih peka terhadap perkembangan ekonomi daerah yang lebih maju, bukan hanya menunggu proyek dari pemarintah daerah saja, akan tetapi berusaha untuk mencari dan berkerjasama dengan negara-negara yang ada di belahan dunia.
“sampaikan kepada dunia bahwa Aceh sudah aman, dan sangat mudah menanam modal usaha, sebab aceh sebagai jalur yang mudah dijangkau oleh seluruh masyarakat Internasional, oleh sebab itu kita dukung sepenuhnya kebijakan kadin yang membangkitkan roda ekonomi Aceh, tambah gubernur yang didampingi ketua kadin Aceh Firmandeze kepada wartawan.
Aceh Kondusif
Gubernur Irwandi juga mengajak seluruh pelaku ekonomi di belahan dunia untuk melakukan investasi ekonomi di Aceh, karena kondisi daerah ini benar-benar sudah pulih.
Jika ada yang menganggu kondisi ekonomi aceh, maka akan berhadapan dengan pemerintah aceh “kami tidak segan-segan bertindak bagi yang merusak ekonomi aceh, sebab aceh sudah kondusif dan tidak lagi konflik, tidak ada tembak menembak, karena kami sudah melakukan tanda tangan perdamaian, cetus irwandi.
Siapapun yang menghambat jalannya ekonomi aceh akan di tindak sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini, kita sudah mengupayakan agar kondisi aceh tetap stabil, namun masih ada pihak yang tidak ingin aceh bangkit bangkit dalam segi ekonomi. Tambah gubernur
“hari ini pemerintah Aceh sudah melakukan kerjasama dengan Kapolda dan Pangdam untuk terus memburu perusakan-perusakan yang merugikan rakyat Aceh, kami sudah mengetahui siapa di balik perampokan terjadi di aceh, kita harap kapolda dapat bekerja dengan keras terus menjaga kondisi aceh tetap stabil dan kondusif, tandas irwandi yusuf.
Sementara itu, ketua Kadin Aceh Firmandeze mengatakan, Program IMT-GT ini baru pertama kali di selenggarakan di Aceh, ini yang terbesar dilakukan oleh kadin, sebab melibatkan tiga negara yang akan melakukan investasi ekonomi di Aceh nantinya.
Pesertapun cukup banyak, pertama kita target hanya 75 orang dari tiga negara ini, namun kenyataannya lebih 200 orang yang hadir dalam pertemuan ini, cetus ketua kadin aceh, ini membuktikan bahwa kondisi aceh sudah benar-benar kondisif.
Firmandeze, menambahkan, kita memiliki target yang panjang program IMT-GT ini, sebab katanya IMT-GT wahana baru dengan bantuan negara Thailand dan malaysia ekonomi Aceh akan bangkit, kita semua berharap IMT-GT ini sebagai awal bangkitnya ekonomi aceh yang dapat di terima oleh seluruh masyarakat Aceh.
Hasilnya, program IMT-GT nanti kita akan tahu manfaatnya, setelah negara-negara yang hadir mengkuti pertemuan ini membahas lebih mendalam sektor apa saja yang mereka kembangkan di aceh. Kita berharap IMT-GT ini bisa membantu tumbuhnya ekonomi Aceh yang lebih maju di masa yang akan datang. Harap Firmandeze.
Untuk itu saya mengajak pengusaha lokal untuk rapatkan barisan dan sambut kesempatan yang ada jangan sia-sia, saat ini aceh sudah aman, seperti saya kutip penyataan delegasi malaysia mengakui bahwa kondisi Aceh sudah sangat aman dan mudah melakukan usaha-usaha ekonomi, tambah Firmandeze
Posted in
Diposkan oleh
kulatbulat
di
Friday, July 11, 2008
BANDA ACEH, Pemerintah Jerman menganggarkan dana sebesar 8,5 juta Euro atau setara Rp 110 miliar untuk pembangunan kompleks SMK tersebut. Selain itu, sebesar 3,5 juta Euro dikucurkan untuk kelengkapan fasilitas dan furnitur. Demikian disampaikan Duta Besar Jerman untuk Indonesia Baron Paul von Maltzahn, pada saat meresmikan SMK Negeri 1-3 di desa Mibo, Lhong Raya, Aceh Besar, Kamis (10/7).
Peresmian SMK 1, SMK 2, dan SMK 3 yang dibangun di atas lahan seluas 6,4 hektar itu dihadiri Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias Kuntoro Mangkusubroto, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Baron Paul von Maltzahn, dan anggota board KFW (Bank Pembangunan Jerman –red) Ingrid Matthaus-Maier, Dirjen Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah Suyanto, dan Asisten II Pemerintah Aceh Said Mustafa.
Kompleks SMK yang baru dibangun Jerman itu dilengkapi 100 ruang belajar, training hotel, laboratorium, tempat workshop (training centre), sarana ibadah. Sekolah ini mampu menampung 3.700 siswa. Kepala BRR NAD-Nias Kuntoro Mangkusubroto mengatakan, Jerman telah membangun sebuah kompleks pendidikan yang megah dan menyenangkan.
Kuntoro mengharapkan, tiga sekolah kejuruan yang berada dalam satu kompleks ini bisa mendidik generasi Aceh yang lebih baik, terutama di bidang pelayanan, keramahtamahan. “Kita memerlukan hospitality, keramahtamahan, cara mengekspresikan terimakasih, cara melayani tamu. Ini perlu kita introduce kepada anak-anak kita,” kata Kuntoro dalam sambutan saat meresmikan gedung SMK baru di Desa Mibo, Lhong Raya, Aceh Besar, Kamis (10/7).
Menurut Kuntoro, sekolah kejuruan penting sekali untuk meningkatkan kualitas generasi muda Aceh. Kuntoro mengaku terkejut waktu mendengar hanya ada satu sekolah kejuruan di bidang perikanan di Aceh. Padahal, panjang garis pantai Aceh mencapai 800 kilometer. Tak hanya itu, sekolah kejuruan di bidang lain juga sangat diperlukan, seperti otomotif, pertanian, dan tourism. “Alhamdulillah sekarang di Aceh ada sebuah sekolah semacam ini yang menggabungkan bermacam hal, mulai dari otomotif, elektronik sampai pada hospitality, perhotelan dan tourism,” lanjutnya, sembari berpesan kepada siswa dan pengelola sekolah untuk menjaga dan merawat gedung sekolah dengan baik.
Sementara itu, Duta Besar Jerman untuk Indonesia Baron Paul von Maltzahn mengaku gembira bisa membantu pendidikan di Aceh. Dia berharap kehadiran tiga SMK ini mampu meningkatkan kualitas generasi muda Aceh. Paul menyebut sekolah ini dengan sebutan Sekolah Three in One (tiga sekolah dalam satu kompleks).
“Permintaan pasar terhadap tenaga yang punya keahlian akan meningkat. Dengan adanya fasilitas ini kita bisa memproduksi pekerja yang punya keahlian untuk Aceh dan Indonesia,” harap Paul von Maltzahn.
Anggota board KFW Ingrid Matthaus-Maier mengharapkan agar pihak sekolah dan siswa SMK bisa merawat dengan baik berbagai fasilitas dan gedung yang telah dibangun Jerman. :Kita harap, saat enam bulan lagi tim KFW datang ke sini ditemukan adanya atap yang bocor. Saya yakin tidak akan ada kebocoran, karena gedung ini dibangun tim dengan kerjasama yang baik,” kata Inggrid.
Selain membangun SMK 1-3 di Banda Aceh, Jerman melalui RESA Project juga merekonstruksi dua unit SMK dan empat SMA di Nias, 1 SMA dan 3 SMK di Simeulue, 1 SMK di Blang Pidie, dan merehabilitasi SMK di Samalanga, Peungan Selatan, dan Jeunib (Kabupaten Bireuen).
Jerman tak hanya membantu memulihkan Aceh dan Nias di bidang pendidikan. Melalui KFW, Jerman mendonasikan uangnya untuk pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin. Menurut Kuntoro Mangkusubroto, Jerman merupakan salah satu donor besar dalam fase rekonstruksi Aceh dan Nias. Total dana yang dibantu Jerman mencapai Rp 3,7 triliun atau USD 380 juta. Sementara anggaran dari KFW berjumlah 116 juta Euro. “Betapa besar perhatian dan keinginan Jerman untuk membantu Aceh. Ini luar biasa,” kata Kuntoro,
Posted in
Diposkan oleh
kulatbulat
di
Friday, July 11, 2008
(Wednesday, July 09, 2008)
Banda Aceh-Menghadapi pemilu nasional yang akan berlangsung april mendatang di aceh sepertinya menjadi kendala. Dikarenakan masih banyak warga aceh tidak memiliki kartu tanda penduduk nasional sebagaiman ketentuan yang telah ditetapkan undang-undang
Demikian hal itu disampaikan anggota DPR RI Farhan Hamid saat menyaksikan penarikan no urut partai poltik lokal di banda aceh, rabu 9/7
Dikwatirkan jika masih ada masyarakat yang belum memiliki kartu tanda penduduk nasional, tidak bisa ikut pemilu nasional dan lokal yang akan berlangsung april mendatang, oleh karena itu saya mengharapkan para kepala daerah harus lebih cepat mengatasi agar tidak terjadi konflik disaat pemilu berlangsung di aceh. Katanya.
Tugas ini harus diutamakan oleh pemerintah aceh sebagai badan kontrol terhadap pelaksanaan roda organisasi oleh kepala sejumlah kepala daerah yang ada di aceh, tentunya harus menekan agar permasalahan KTP nasional bisa di selesaikan sebelum pemilu. Tambahnya.
“sampai sekarang masih ada warga aceh di pedalaman tidak tahu adanya perubahan indentitas, yang lebih disayangkan, pemilu sudah semakin dekat sedangkan KTP Nasional tidak digantongi, malahan banyak juga warga aceh tidak tahu kapan pemilihan itu berlamgsung”akuinya.
Saya menyarankan kepada KIP sebagai penyeleanggarakan pemilu harus menyadari agar tidak tumpang tindih nantinya, alangkah baiknya di atasi semasih ada waktu kurang lebih tujuh bulan lagi, katanya.
Menyikapi hal itu, wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar mengatakan, pemerintah Aceh sudah melakukan antisipasi agar tidak terjadi konflik disaat pemilihan umum berlangsung. Kita sudah buat kepetusan tentang pelaksanaan Pemilu mendatang.
Katanya, persoalan KTP Nasional juga menjadi persoalan baru, sebab jauh hari kita sudah lakukan konsoludasi kepada kepala daerah masing-masing untuk menyelesaikan KTP Nasional.
“kepada bupati dan walikota yang belum menyelesaikan KTP warga harus menuntaskan dalam waktu yang dekat ini, kita akan memanggil seluruh bupati/walikota untuk menyelesaikan persoalan KTP yang masih dimiliki oleh masyarakat,”kata nazar.
Katanya, saat pilkada dulu rakyat aceh masih memakai KTP merah putih, tapi untuk pemilu mendatang, kita usahakan rakyat aceh tidak lagi memakai KTP masa darurat militer. Sudah cukup kita rasakan masa lalu, kini aceh sudah damai. Maka mari kita layani masayrakat kita dengan baik dan bijaksana, tegas nazar.
Hal senada juga disampaikan ketua KIP aceh, Salam Poroh, usai penarikan no urut peserta pemilu lokal mendatang di aceh, menurutnya KIP sendiri sudah berkerja dengan keras untuk melakukan sosialisasi pemilu kepada masyarakat, walau kami baru saja dilantik.
Salam poroh menambahkan, jika ada informasi mengenai adanya masyarakat yang belum terdaftar pada KTP nasional. Yang berhak melakukan pekerjaan itu adalam pemerintah, jadi KIP hanya mendata peserta pemilu saja. Urusan KTP itu hak pemerintah bukan hak kami, tandasnya.
Tuga KIP sendiri cukup berat pada masa sekarang, pertama kata salam poroh, melakukan verifikasi parlok dan melakukan tugas-tugas yang berkenaan dengan pemilu di masa yang akan datang, khusus partai lokal di aceh dari 12 yang mendaftar hanya 6 partai lokal yang lulus verifikasi faktual dan berhak mengikuti pemilu yang diselenggarakansecara serentak di Indonesia April mendatang.
Katanya, keenam partai yang baru saja memilih no urut setelah angka 34 karena nomor urut 34 sudah dimiliki oleh partai nasional dan berikutnya 35 sampai 40 itu no urut partai lokal yang ada di aceh.
Nama-nama partai lokal yang berhak mengikuti pemilu di aceh diantaranya, Partai Aceh aman sejahtera (PAAS), Partai Daulat Ajeh (PDA), Partai Suara Independen Rakyat Aceh ( P SIRA), Partai Rakyat Aceh (PRA), Partai Aceh (PA) dan Partai bersatu Atjeh (PBA).
Posted in
Diposkan oleh
kulatbulat
di
Wednesday, July 09, 2008
Asian Development Bank, melalui Satker ETESP, dalam waktu enam bulan ke depan, akan menyerahkan seluruh aset yang dibangunnya di Aceh dan Nias. Guna bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Aceh dengan baik dan merata
BANDA ACEH, Asian Development Bank, melalui Satker ETESP, dalam waktu enam bulan ke depan, akan menyerahkan seluruh aset yang dibangunnya di Aceh dan Nias. Guna bisa dimanfaatkan oleh masyarakat Aceh dengan baik dan merata
Badan dunia yang berpangkalan di Manila ini. Menyebutkan pihak ETSEP ADB telah memberikan bantuan pemberdayaan masayarakat sedikitnya 32.000 penerima manfaat yang berasal dari 219 desa di 9 kabupaten/kota di NAD dan 2 kabupaten di Nias. Di sektor perikanan tangkap, ETESP telah menyerahkan bantuan kapal dan boat mulai dari 5 GT- 20 GT lengkap dengan berbagai fasilitas penangkapan ikan sebanyak 150 buah dengan penerima manfaat mencapai 1.213 orang.
Demikian diungkapkan Direktur Livelihood ETESP ADB, Richard Deresford, dihadapan peserta Workshop Pengelolaan dan Pelimpahan Aset Infrastruktur Program ADB ETESP Perikanan. Senin kemaren dibanda aceh
Aset yang akan diserahkan ADB, menurut Richard, mencakup aset fisik, laporan dan survei, keuangan dan rencana keuangan, keluhan dan kewajiban serta sistem manajemen dan pengembangan. Nilainya mencapai US$ 300 juta.
Richard menambahkan, dalam rangka penyerahan aset ETESP ini, harus dilaksanakan dengan tepat sasaran. Strateginya adalah memusatkan perhatian pada pengalihan aset baru, sistem dan sumberdaya informasi inovatif ETESP/BRR. ”Ini semua dalam rangka exit strategi ETESP yang direncanakan selesai dalam enam bulan ke depan,” katanya.
Jika hal-hal ini tidak diperhatikan pada waktu ETESP exit, tegasnya, maka semuanya tidak akan ada gunanya. Karenanya, pemindahtanganan harus selesai pada 31 Desember 2008, atau tanggal penutupan setiap komponen ETESP pada Juni 2009.
Dalam kesempatan yang sama, pihak direktorat aset BRR NAD-Nias yang diwakili oleh Kepala Bidang Serah Terima Aset Junaidi, menjelaskan sebelum diserahkan kepada pihak penerima, aset ETESP ADB harus ditetapkan peruntukan terlebih dahulu untuk menjamin kejelasan pihak penerima sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. ”Setiap kekeliruan yang muncul akan membawa dampak negatif terhadap manajemen penghasil aset, mulai dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Satker, Manajer, Direktur dan bahkan Deputi BRR,” ucapnya.
Workshop yang dihadiri oleh Panglima Laot dari 10 Kabupaten Kota di seluruh Aceh, perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi dan Kabupaten/Kota, konsultan ADB serta beberapa staf petinggi BRR, juga menampilkan Zulhamsyah Imran, Direktur Pengembangan Ekonomi Kedeputian Bidang Operasi BRR NAD-Nias.
Menurut Zulhamsyah, realitas yang terjadi saat ini, adalah tidak jelasnya pengelolaan aset setelah diserahkan kepada penerima. Banyak aset di bawah Kedeputian Ekonomi yang sudah diserahkan kepada Pemda, tidak dilanjutkan dengan disediakannya biaya pemeliharaan. Demikian pula pada lembaga lain seperti yayasan, koperasi, kelompok masyarakat pada gilirannya tidak terselenggara dengan semestinya karena alasan ketiadaan dana. ”Seharusnya, ada pihak penyandang dana seperti pengusaha lokal, koperasi atau lainnya yang punya unit usaha sejenis yang terjun melanjutkan pengelolaan aset yang bersangkutan,” katanya.
Kenyataan lainnya yang juga memerlukan perhatian serius adalah adanya aset yang tidak dapat difungsikan karena tidak cukup energi. Contoh yang paling jelas adalah pabrik es bantuan BRR dan NGO. Sebut saja, pabrik es bantuan JIG di Krueng Raya, Lambada Lhok di Kabupaten Aceh Besar. Karena ketiadaan pasokan listrik, saat ini nyaris menjadi besi tua. Satu-satunya pabrik es bantuan JIG yang hingga saat ini berfungsi terdapat di kawasan Lam Pulo Banda Aceh. ”Bagaimana caranya, itu pintar-pintar pengelola pabrik melobi PLN,” tandasnya.
Dua pabrik es bantuan BRR melalui dana ETESP ADB di Muara Batu (Lhokseumawe) dan satu lagi di Simeulue, masih dalam tahap penyelesaian pembangunannya. ”Kalau masalah energi penggerak ini tidak dipikirkan sebelumnya, saya yakin nasibnya akan sama,” tegas Zulhamsyah lagi. Padahal untuk membangun pabrik tersebut ADB merogoh sedikitnya Rp 2,5 miliar untung masing-masing pabrik.
Sementara itu Pihak Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh menyambut baik harapan Richard. Seperti disampaikan kepala DKP Razali MS menyatakan sangat konsern dengan masalah aset BRR yang bakal diserahkan kepada Pemda. Apapun yang diserahkan harus dapat dimaksimalkan pemanfaatannya. Namun saran Razali penyerahan tersebut baiknya disertai dengan sertifikat kepemilikan yang jelas. Ini menjadi beban Pemda.
Di bidang rehabilitasi infrastruktur perikanan, ETESP juga telah membangun dan merehab 12 bangunan dengan penerima manfaat 9372 orang. Demikian pula di bidang rehabilitasi sumber daya lingkungan pesisir, yang rusak diterjang gempa dan tsunami. Khususnya penanaman hutan bakau dan sabuk hijau (green belt) di areal sekitar tambak bantuan ADB ETSEP Perikanan.
Posted in
Diposkan oleh
kulatbulat
di
Tuesday, July 08, 2008


Pada hari pertama testing masuk penguruan tinggi IAIN Ar-Raniry berjalan lancar dan tidak ada gangguan yang dapat menyebabkan terganggunya proses ujian masuk ke IAIN. Pantauan panitia pelaksana kegiatan testing hampir setiap lokal dipenuhi oleh peserta testing yang melamar di IAIN.
Dari 3663 yang melamar di IAIN tahunini hanya yang tidak mengikuti ujian 40 orang yang tidak mengikuti ujian pada hari pertama, mungkin ada lain satu hal yang menyebabkan dianya tidak sempat mengikuti ujian pada hari ini, kata ketua panitia pelaksana Prof Dr HM.Nasir Budiman, MA, didampingi pembantu Rektor IV Prof Dr. H. Hasbi Amiruddin, MA. Kepada pers senin 7/7 di banda aceh
“kita belum tahu alasan ketidakhadiran peserta, testing tersebut, padahal sebelumnya kita sudah mengingatkan peserta testing agar pada saat testing harap hadir ketempat yang telah disediakan oleh panitia, jika tidak hadir pada saat ujian maka secara otomatis di gugur sebagai calon mahasiswa IAIN. Tambah nasir.
Katanya, bagi yang tidak ikut ujian tulis yang telah dipersiapkan oleh panitia jangan berharap bisa ikut test pada hari kedua disini tidak ada tawar menawar lagi. Selain test ujian tulis, IAIN juga mengadakan ujian test bacaan al-quran sebagai penentu kelulusan di IAIN.
Khusus untuk ujian tulis, ini sudah berlaku sejak IAIN berdiri, jadi bukan hal yang baru. Sebab lembaga ini didirikan untuk mencetak para sarjana yang berkualitas dan berbasis ilmu pengetahuan dan ilmu pengetahuan agama sesuai dengan tuntutan zaman sekarang ini. Ungkap nasir.
M. Nasir Budiman menambahkan, selain mahasiswa dalam negeri yang kita tampung juga ada dari luar negeri yaitu dari negara tetangga yang berjumlah sekitar 60 mahasiswa diploma dua KIAS Kelantan, yang melanjutkan study Strata satu (S1) di IAIN Ar-Raniry, sebagai wujud kerjasama kedua belah pihak pada bulan juni yang lalu.
Kita tidak banyak menampung mahasiswa dari luar negeri, disebabkan karena prasarana dan sarana yang miliki oleh IAIN sendiri masih sangat berkurang, maka dari itu kita batasi penerimaan mahasiswa dari luar negeri, apalagi mereka tidak ada test yang melanjutkan study dari diploma dua ke jenjang S1 di IAIN.
“kita usahakan tahun dimasa yang akan datang akan lebih banyak mahasiswa luar negeri yang kita tampung untuk melanjutkan study di IAIN ini,” sebut pembantu rektor I bidang akademik IAIN Ar-Raniry.
Pelaksanaan ujian berlangsung dua hari, dan bertempat di Fakultas-fakultas di IAIN Ar-Raniry serta MAN 3 Rukoh, Darussalam. Hari ini pelaksanaan tes berlangsung lancar dengan materi tes Agama dan Umum. Sedangkan selasa, akan di tes baca Al-Quran.
Dari jumlah 3663 itu yang bisa kita tampung di IAIN sebanyak 1500-1900 mahasiswa, mengingat kondisi IAIN belum mampu menampung lebih banyak dari itu. Karena IAIN akan segera melakukan pembangunan ruang untuk menampung mahasiswa untuk tahun di masa yang akan datang. Jadi untuk tahun ini kita kita hanya bisa menerima sekitar angka yang saya sebutkan tadi. Jelas M.Nasir Budiman
“Alhamdulillah pelaksanaan ujian hari ini berjalan lancar. Mengenai kuota mahasiswa yang kita terima, IAIN belum bisa menampung banyak mahasiswa tahun ini, mengingat kita akan membongkar dan membangun gedung baru, kemudian masih terbatasnya tenaga dosen yang diperlukan. Jika tahun depan tenaga pengajar di IAIN cukup dan sesuai dengan keahlian, kita akan meningkatkan kembali kuota sesuai dengan kebutuhan pasar,” ujar Nasir Budiman.
IAIN Buka Tes di Malaysia
Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ar-Raniry, untuk tahun ajaran 2008/2009, akan membuka tes penerimaan mahasiswa baru di Negara Malaysia. Sebagai inplematasi kerjasama yang telah dituangkan dalam kesepakatan bersama antara IAIN dangan KIAS kelantan malaysia.
Mengenai jadwal testing mahasiswa baru dari luar negeri ini, M.Nasir Budiman, menyebutkan pelaksanaan testing akan dilaksanakan di malayasia pada tanggal 11-12 juli mendatang, ada sebanyak 200 calon mahasiswa IAIN yang mengikuti test yang dipusatkan di ipoh.
Walaupun dari luar negeri, mereka juga tidak ada tempat istimewa di IAIN. Kita perlakukan secara bersama sesuai prosudur yang berlaku di IAIN. Jadi tidak ada istilah pilih kasih, dalam penerimaan mahasiswa baru di IAIN Ar-Raniry ini. Tambah nasir.
“nanti jangan ada yang ngomong belakangan, kenapa mahasiswa luar negeri disambut dengan istimewa, sedangkan mahasiswa daerah di biarkan begitu saja. Kami tidak ada niat melakukan hal itu terjadi, justru kita sangat berhati-hati dalam pelaksanaan testing kali ini. Lanjutnya.
Ketentuan yang telah kita tetapkan bersama, sepertinya sulit untuk kita ubah kembali, jadi walaupun di malaysia testnya. Mekanisme juga sama seperti mahasiswa dalam negeri. Mereka harus mampu membaca alquran juga dan bisa menjawab soal yang telah disediakan oleh panitia. Tandas nasir.
Posted in
Diposkan oleh
kulatbulat
di
Monday, July 07, 2008